Mengenal Lebih Dekat Kepemimpinan Kolaboratif

Di era saat ini, perubahan masyarakat semakin berkembang dari waktu ke waktu. Banyak hal yang dapat mempengaruhi perkembangan tersebut antara lain adalah pertumbuhan ekonomi, globalisasi, dan kemajuan teknologi serta informasi. Tak lepas dari itu, dalam dunia bisnis pun diperlukan adanya perubahan untuk tetap inovatif. Saat ini semakin banyak perusahaan maupun bisnis yang telah meninggalkan gaya kepemimpinan kuno. Sudah banyak perusahaan dan pemilik bisnis yang beralih menuju gaya kepemimpinan kolaboratif.  Namun yang menjadi pertanyaan, apakah yang dimaksud dengan kepemimpinan kolaboratif? Jika kamu penasaran simak penjelasan ini sampai selesai!

Sebagai penjelasan, kepemimpinan kolaboratif adalah penggabungan ide dan tenaga untuk mencapai tujuan bersama. Yang menjadi hal terpenting dari kepemimpinan kolaboratif adalah ‘leadership is not a solo act, it’s a team effort’ yang mana dapat diartikan bahwa kepemimpinan bukan kegiatan yang dilakukan sendiri namun tindakan ataupun upaya kelompok. Dalam kepemimpinan kolaboratif ini, pimpinan perlu mengikutsertakan semua pihak untuk mengambil keputusan bersama agar semua pihak yang terlibat merasa puas. Jenis pimpinan ini menuntut semua anggota untuk bergerak dan mengemukakan idenya dengan bebas tak kenal ruang dan batas. Kepemimpinan kolaboratif akan berhasil jika seorang pemimpin atau penggerak merupakan orang yang dapat menginspirasi. Setidaknya ada delapan syarat yang perlu diterapkan dalam pimpinan kolaboratif.

  1.   Harus memiliki visi yang sama dan jelas, dengan adanya visi yang sama dan jelas juga dapat memperkuat dan membangun kesuksesan bersama.
  2.   Harus memiliki inovasi, kreativitas, dan fleksibilitas yang harus dimiliki pemimpin dan juga anggotanya. Peran pemimpin harus mendorong tiap anggota untuk memiliki pemikiran dan kemampuan tiga hal tersebut sebagai bentuk pengembangan.
  3.   Harus memiliki komitmen untuk menciptakan suasana kondusif
  4.   Harus memiliki komunikasi yang terbuka antara satu dan lainnya.
  5.   Harus memiliki kolaborasi vertikal dan horizontal. Yang mana mampu mendorong semua pihak terlibat sebagai tujuan meningkatkan efektivitas.

Jika kamu pemimpin atau pemilik bisnis sudah waktunya untuk beralih ke jenis kepemimpinan kolaboratif ini. Janganlah menjadi pemimpin yang pasif hanya memerintah dan mengontrol. Tapi jadilah pemimpin yang aktif mampu mendorong semua pihak untuk terlibat dalam mengembangkan inovasi dan kreativitas demi mencapai kesuksesan bersama.

Kamu bisa menjadi pemimpin yang kolaboratif saat ini juga. Klik DISINI

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *