5 Kunci Sukses Menjadi Agile Manager

Perusahaan yang menerapkan metode agile pada kinerja bisnisnya akan membuat peran seorang manajer tradisional, atau manager pada biasanya mengalami transisi menjadi manajer yang tangkas atau manajer yang agile. Lantas apa saja peran seorang agile manager yang berhasil membawa perusahaan menuju prinsip yang agile? Simak kelanjutannya.

  • Memperjuangkan Proses Tangkas

Sebagai agile manager, Anda diharapkan berada selangkah lebih maju untuk menjadi gesit dan mendukungnya baik dalam ucapan maupun perbuatan. Kiat utamanya adalah belajar sebanyak mungkin dan sedini mungkin saat transisi sehingga Anda dapat dengan terbuka ​​mengomunikasikan manfaatnya dan mendapatkan dukungan.

  • Pandu Tim untuk Memecahkan Masalah

Scrum Master dan Product Owner akan menjadi posisi baru dalam organisasi, dan mungkin dalam beberapa kasus menyerap tanggung jawab yang sebelumnya Anda pegang. Keyakinan mereka dan tingkat rasa hormat yang mereka peroleh dari tim mereka akan sangat bergantung pada cara Anda sebagai agile manager dalam memperlakukan mereka, terutama sejak dini. Hindari manajemen mikro dan melangkahi otoritas mereka, tetapi pastikan untuk mengamati dan membimbing mereka dalam peran baru mereka.

  • Berpartisipasi dalam Perencanaan Transisi

Transformasi agile mempromosikan tim yang diatur sendiri yang bekerja secara efisien sendiri, yang melibatkan perencanaan strategis. Keputusan berada di tangan agile manager untuk memfasilitasi interaksi dan kolaborasi multi-tim untuk memenuhi keseluruhan departemen atau tujuan organisasi.

  • Temukan Cara untuk Mengurangi Kemubaziran

Sebagai agile manager, Anda diharapkan untuk terus meningkatkan alur kerja dan memaksimalkan efisiensi dengan menghilangkan hambatan, yang mungkin bukan bagian dari peran Anda saat ini sebagai manajer.

  • Membangun Team Engagement

Team engagement atau keterikatan tim adalah adalah suatu kondisi, sikap atau perilaku positif seorang karyawan terhadap pekerjaan dan organisasinya yang ditandai dengan perasaan semangat (vigor), dedikasi (dedication), dan keasyikan (absorption) untuk tercapainya tujuan dan keberhasilan organisasi. Team engagement sangat berpengaruh pada performa bisnis perusahaan yang menerapkan metode agile, dan seorang agile manager mampu menguasainya.

Cara terbaik seorang agile manager untuk mengikuti transformasi perusahaan menjadi agile adalah dengan percaya diri dalam memberdayakan anggota tim untuk membuat keputusan harian dan melepas kendali terhadap mereka. Meski cara kerja tim menjadi lebih atas dalam kendali mereka sendiri, mereka akan tetap mengandalkan Anda saat masalah muncul, tetapi lebih mengharapkan arahan Anda ketimbang meminta Anda menyelesaikan masalahnya secara penuh. Ketahui lebih banyak informasi seputar optimasi bisnis, managerial skill, dan leadership di www.masterkinerja.asia.

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *