Servant Leadership, Lahirnya Kesuksesan dari Pemimpin yang Siap Melayani

Servant Leadership, mungkin terdengar aneh di telinga. Pemimpin seperti ‘pelayan’? Maksudnya apa?

Jenis kepemimpinan yang satu ini memang terbilang unik daripada yang lain. Jika biasanya sebagian besar jenis atau gaya leadership memegang kekuasaan yang mutlak. Berbeda dengan servant leadership yang memberikan gaya kepemimpinan ‘beda dari yang lain’.

Dalam gaya kepimpinan ini, pemimpin mengedepankan bagaimana ia harus ‘melayani’ karyawan dengan sepenuh hati. Bahkan, ia harus rela untuk meninggalkan sifat otoriternya sebagai pemimpin. Tapi sebenarnya, apakah efektif jika perusahaan menerapkan gaya kepemimpinan seperti ini? Seperti apa prinsip yang harus di terapkan dalam menjalankan Servant Leadership? Baca sampai habis ya.

Servant Leadership Bicara Tentang Memahami Karyawan

Gaya kepemimpinan ini memiliki setidaknya 10 prinsip yang harus diterapkan, beberapa di antara nya merupakan prinsip-prinsip yang dapat membantu pemimpin memahami karyawan mereka seperti Mendengarkan (Listening) dan Empati (Empathy).

Seorang pemimpin yang baik harus dapat menjadi pendengar yang baik bagi bawahannya. Pemimpin tidak akan tau apa yang terjadi kepada bawahan mereka jika mereka tidak dapat memahami apa yang dirasakan oleh bawahan. Jadilah pendengar yang baik di setiap masalah mereka agar Anda dapat memberikan solusi yang baik bagi karyawan.

Selain menjadi pendengar yang baik, rasa empati juga wajib ada di dalam diri seorang Servant Leader. Dengan berempati terhadap situasi yang sedang dialami karyawan, pemimpin dapat memahami apa yang menjadi masalah dan kebutuhan karyawan mereka agar dapat mengembalikan performa mereka.

Harus Dapat Memprediksi Masa Depan dan Memiliki Sifat Konseptulisasi

Sebenarnya, tujuan seorang pemimpin menerapkan gaya leadership ini adalah agar mereka bisa melihat sendiri seperti apa hasil kerja tim mereka. Kemudian, dari hasil observasi yang dilakukan tersebut, pemimpin bisa membuat rencana yang lebih matang untuk hasil kinerja karyawan yang lebih baik di masa depan.

Untuk bisa merencanakan rencana yang matang tersebut, pemimpin harus memiliki sifat konseptualisasi dengan merancang setiap tujuan yang ingin dicapai dengan tertata, teliti dan sesuai sebelum Anda mengkomunikasikannya kepada anggota tim dibawah Anda. Cara inilah yang bisa membantu Anda mengembangkan tim sekaligus membuat perusahaan sukses.

Itulah dia prinsip-prinsip utama yang harus diterapkan dalam gaya kepemimpinan Servant Leadership. Temukan banyak artikel ter-update seputar Leadership, Bisnis dan Human Resource hanya di Master Kinerja. Ikuti juga program eksklusif Sertifikasi Human Resource Manager bersama BNSP. Klik disini untuk dapatkan informasi mengenai kelas.

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *