The ADDIE Model, Karyawan Unggul dengan Beri Program Pelatihan yang Terarah

Karyawan unggul salah satunya tercipta dari bagaimana Anda memberikan program pelatihan dan pengembangan yang tepat kepada mereka. Pelatihan juga tidak harus berpatok pada karyawan baru saja, bahkan karyawan lama yang sudah bekerja dengan Anda juga perlu me  ndapatkan pelatihan untuk meng-update skill mereka.

Bagi karyawan baru, program pelatihan dan pengembangan dilakukan untuk mempertajam keahlian yang telah mereka miliki agar dapat berjalan selaras dengan kebutuhan perusahaan. Sedangkan bagi karyawan lama, pelatihan dan pengembangan diberikan agar mereka dapat mengantisipasi perubahan yang terjadi di dalam perusahaan maupun bisnis, sehingga perusahaan akan lebih siap.

Untuk melakukan program pelatihan yang benar dan mendapatkan karyawan unggul, Anda bisa menerapkan apa yang disebut dengan The ADDIE Model.

The ADDIE Model pertama kali digunakan pada anggota-anggota militer dan membuahkan hasil yang baik sehingga kini digunakan juga oleh banyak perusahaan-perusahaan dalam upaya pengembangan karyawan.

The ADDIE Model : #1 Analysis

Tahapan pertama dalam model ini adalah membuat analisis yang meliputi apa yang kesulitan yang dihadapi karyawan kaitannya dengan pekerjaan mereka, apa yang karyawan butuhkan, apa yang perusahaan harapkan dari karyawan.

Analisis pun dibagi menjadi 2 langkah, pertama yaitu analisis kinerja yang dilakukan untuk menentukan jenis pelatihan apa yang cocok untuk meningkatkan kinerja karyawan dan analisis kebutuhan yang dilakukan untuk menganalisis kebutuhan apa yang diperlukan untuk mendukung pengembangan mereka.

The ADDIE Model : #2 Design

Langkah berikutnya adalah membuat rancangan seperti apa program pelatihan dan pengembangan yang akan dilakukan. Tahapan ini meliputi rencana pelatihan, materi, media serta metode penilaian pelatihan.

Jangan lupa juga untuk memperhatikan faktor kognitif, afektif dan psikomotor agar pelatihan lebih spesifik, terarah, realistis dan terukur.

The ADDIE Model : #2 Development

Setelah menganalisis dan merancang, selanjutnya Anda harus membuat story board. Dalam hal ini, Anda bisa bekerjasama dengan tim konten kreatif perusahaan untuk memudahkan penyampaian materi kepada karyawan dan setiap materi yang disampaikan dapat di mengerti dengan baik oleh karyawan yang mengikuti program pelatihan dan pengembangan.

The ADDIE Model : #2 Implementation

Jika ketiga tahapan di atas sudah di kerjakan dengan baik, tandanya Anda siap untuk memberikan mereka pelatihan dan pengembangan. Namun, sebagai HR, Anda tetap harus mengawasi jalannya pelatihan.

Hal-hal yang bisa Anda lihat selama proses pelatihan antara lain melihat seperti apa antusias karyawan saat mengikuti pelatihan, seperti apa interaksi yang terjadi antara karyawan dengan mentor yang memberikan pelatihan serta apakah karyawan mampu memahami seluruh materi yang diberikan.

The ADDIE Model : #2 Evaluation

Usai pelatihan dilakukan, pekerjaan HR tidak berhenti sampai disana. Ada satu tahapan yang harus dilakukan, yakni mengevaluasi program pelatihan dan pengembangan dengan hasil yang didapat oleh karyawan. Apakah memiliki dampak yang baik bagi pengembangkan kemampuan karyawan di perusahaan atau sebaliknya.

Evaluasi dilakukan untuk melakukan perbaikan agar pada pelatihan selanjutnya, hal-hal yang menjadi catatan perbaikan dapat improve ke arah lebih baik lagi.

Itu dia The ADDIE Model yang bisa dilakukan tim Human Resource dalam memberikan program pelatihan dan pengembangkan demi menciptakan karyawan unggul di perusahaan.

Perbaharui informasi Anda terkait Human Resource hanya di Master Kinerja. Jangan lupa juga ikuti kelas eksklusif bersama BNSP, Sertifikasi Human Resource Manager. Klik disini.

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *