Job Grading Untuk Dorong Produktivitas Karyawan Lebih Optimal

Job grading merupakan teknik dalam menentukan pembayaran upah sesuai dengan tingkat jabatannya. Teknik ini mencerminkan seberapa banyak porsi pekerjaan, sebesar apa tugas dan tanggung jawab mereka serta pengetahuan dan keterampilan apa saja yang dimiliki.

Semakin tinggi jabatan, tentu akan semakin besar juga tanggung jawab yang harus di jalankan. Namun, semua itu harus sesuai dengan upah yang di dapat. Jangan sampai upah yang di berikan tidak sepadan dengan tingkat jabatan dan tanggung jawab yang di emban.

Bukan tanpa alasan, Job Grading ada untuk memberikan perusahaan kemudahan dalam memberikan pelatihan dan upah sehingga dari situlah, motivasi karyawan akan terus terbentuk dan terjaga. Pelatihan yang diberikan pun harus sesuai dengan fungsi dan tugas yang dijalankan karyawan.

Lalu, seperti apa cara dalam menentukan Job Grading? Ada 4 metode yang bisa dilakukan, kami akan ulas keempat metode tersebut dalam artikel ini.

Metode Rank Order

Metode pertama Job Grading ini merupakan metode paling sederhana dan sangat cocok digunakan untuk perusahaan skala kecil. Dalam penerapannya, metode ini mengatur pekerjaan dari mulai yang memiliki ranking terendah sampai tertinggi. Ranking pekerjaan diurutkan berdasarkan nilai dan tingkat kesulitan pekerjaan.

Metode Klasifikasi

Di metode ini, jenis-jenis pekerjaan akan dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan nilai, tingkat kompleksivitas dan kualitas yang diharapkan. Contoh dari penerapan metode klasifikasi adalah pengklasifikasian jenis pekerjaan yang ada di dalam perusahaan, seperti manager, supervisor, spesialis, pekerja kontrak, intern dan sebagainya.

Metode ini sudah cukup sering digunakan oleh banyak perusahaan, bahkan hampir semua perusahaan menggunakana metode ini untuk melakukan job grading. Setiap jenis pekerjaan memiliki besaran gaji yang berbeda, tergantung tingkatan nya masing-masing.

Metode Comparison

Metode ini merupakan metode yang paling kompleks, metode ini dilakukan dengan menggabungkan beberapa jenis metode job grading agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Meskipun kompleks, metode ini dinilai memberikan banyak manfaat lebih baik bagi karyawan seperti deskripsi pekerjaan lebih jelas, jenjang karir sampai regulasi nominal gaji sesuai dengan pekerjaan yang di kerjakan.

Metode Point Rating

Terakhir, metode point rating dengan menentukan tingkatan jabatan melihat dari total poin antara hubungan faktor pekerjaan dengan hubungan antar komponen.

Itulah dia 4 metode Job Grading yang bisa Anda gunakan dalam menentukan skala besaran gaji berdasarkan tingkatan jabatan para karyawan di perusahaan. Jangan lupa untuk perbaharui informasi mengenai bisnis, leadership dan Human Resource hanya di Master Kinerja.

Ikuti juga pelatihan bagaimana cara menjadi seorang Human Resource Manager yang agile dan melek digital dengan klik disini.

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *