Ciptakan Persaingan Sehat Antar Karyawan dengan Sistem Remunerasi

Sistem remunerasi adalah sistem pemberian imbalan atau penghargaan dalam bentuk uang maupun bentuk lainnya yang diartikan sebagai pujian atas pencapaian yang sudah diraih oleh pegawai. Tujuannya untuk memelihara SDM produktif yang ada di dalam perusahaan.

Setiap perusahaan memberikan remunerasi dengan besaran nominal yang berbeda-beda. Hal ini mengacu pada faktor yang memengaruhi besaran remunerasi.

Ada beragam faktor yang memengaruhi besaran remunerasi yang diterima oleh seorang pegawai di dalam perusahaan. Apa saja faktor-faktor tersebut? Simak artikel ini sampai habis.

Standar Perusahaan

Faktor pertama adalah standar perusahaan. Setiap perusahaan memiliki standar yang berbeda-beda dalam memberikan remunerasi kepada karyawannya.

Standar pada sistem remunerasi ini berbanding lurus dengan kapasitas yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Jika pendapatan perusahaan makin besar, maka standar remunerasi yang akan diberikan kepada pegawai juga makin tinggi.

Kinerja dan Kontribusi yang Sesuai

Faktor kedua adalah kinerja dan kontribusi yang sesuai. Tentu saja makin baik kinerja dan kontribusi yang karyawan berikan, maka remunerasi yang akan mereka dapatkan juga makin baik.

Hasil kinerja karyawan individu maupun tim yang bagus akan menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam memberikan imbalan kepada karyawannya. Kinerja dan kontribusi karyawan turut memengaruhi besaran dari sistem remunerasi tersebut.

Kemampuan dan Prestasi

Faktor yang ketiga adalah kemampuan dan prestasi. Selain kontribusi dan kinerja yang baik, kemampuan dan prestasi karyawan juga turut memengaruhi besaran remunerasi. Masing-masing karyawan memiliki kemampuan di bidang tertentu yang berhubungan dengan pekerjaan yang sedang dilakukan.

Kemampuan karyawan inilah yang menjadi persyaratan dan penilaian dalam menentukan besaran remunerasi. Umumnya persyaratan dan penilaian ini akan diperhitungkan pada sistem remunerasi.

Golongan Pekerja

Faktor keempat yang memengaruhi besaran pada sistem remunerasi adalah golongan perkerja. Ada beberapa perusahaan yang menggolongkan tingkat pekerjanya.

Biasanya hal ini bergantung kepada besaran kontribusi yang dilakukan karyawan, seperti lamanya pegawai tersebut bekerja atau kemampuan yang dimilikinya. 

Sistem remunerasi memang tidak wajib dilakukan oleh setiap perusahaan. Tetapi Anda bisa menggunakan sistem remunerasi untuk memelihara SDM produktif yang ada di dalam perusahaan Anda sehingga perusahaan Anda akan terus berkembang.

Jangan lupa untuk selalu memperbaharui informasi Anda terkait Human Resource, Leadership dan Bisnis di Master Kinerja.

Tambah skills dan ilmu dalam bidang Human Resource dengan mengikuti program Human Resource Manager bersama Master Kinerja. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap seputar program.

Previous Post
Next Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *